Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

7 Tips Hidup Minimalis dan Berkelanjutan Buat Kamu Si Pecinta Fashion

Minimalis dan sustainable dalam bergaya/berpakaian

Hidup minimalis dan sustainable (berkelanjutan) ialah sepasang gaya hidup yang saling berkaitan dengan dampak sangat baik bagi bumi. Semakin banyak manusia yang sadar akan krisis iklim serta hal buruk lainnya bagi bumi, menjadikan manusia beralih ke gaya hidup sederhana seperti minimalis dan berkelanjutan ini.

Lebih khusus, buat para pecinta fesyen yang biasanya sering gonta-ganti pakaian kini memiliki banyak alternatif untuk menunjang penampilan mereka meskipun memilih hidup minimalis dan berkelanjutan. 

Nah, berikut ini ada 7 tips hidup minimalis dan berkelanjutan buat kamu si fashionista. Let's check it out!

1. Dibanding pakaian baru, belilah pakaian preloved atau thrifting

Membeli pakaikan preloved dan thrifting untu menunjang gaya hidup minimalis dan sustainable dalam berpakaian
Pakaian preloved atau thriting/keytofashion.com

Untuk memperpanjang umur pakaian, kamu bisa membeli pakaian preloved atau pun thrifting. Dari segi finansial, kamu bisa menghemat budget untuk OOTD harianmu. Selain itu, barang preloved atau pun thrifting juga banyak yang branded lho jadi jangan sungkan buat beli. Tapi, ingat ya tetap cek barangnya sebelum beli.

2. Menyewa pakaian untuk acara khusus, ada yang branded lho!

menyewa pakaian untuk menunjang gaya hidup minimalis dan sustainable dalam bergaya/berpakaian
Pakaian rental Style Theory/daydayholiday.hk

Sering merasa nggak punya baju pas mau pergi kondangan atau event lainnya? Nah, tips satu ini bisa kamu coba. Sekarang ini, banyak platform online ternama yang siapkan pakaian premium dengan kualitas terbaik jadi jangan kaget jika kamu bisa menemukan brand-brand ternama dunia.
 

Platform sewa pakaian yang bisa kamu coba yaitu Style Theory dan Rentlux Studio.

3. Program tukar baju juga bisa kamu coba kalau udah bosan sama pakaianmu

Program tukar baju untuk menunjang gaya hidup minimalis dan sustainable dalam bergaya/berpakaian
Ilustrasi program tukar baju/unsplash.com by Angela Bailey

Program semacam ini sudahlah sangat lumrah. Dibanding membeli baju thrifting dari tangan penjual, sepertinya ide tukar baju lebih memberikan kepuasan karena bisa bercengkrama langsung dengan pemiliknya. Oleh karenanya, kamu ngak akan terlalu pusing mengenai kebersihan, kualitas produk dan lainnya. Selain itu, kamu juga bisa memperluas jaringan sosialmu dengan mereka yang belajar hidup minimalis dan sustainable

Program semacam ini bisa kamu ikuti di platform @tukarbaju_ yang merupakan salah satu kampanye dari Zero Waste Indonesia.

4. Jika memang harus membeli pakaian, belilah pakaian berbahan alami seperti katun atau pakaian daur ulang

Menggunakan pakaian berbahan alami untuk menunjang gaya hidup minimalis dan sustainable dalam bergaya/berpakaian
Pakaian berbahan wool/unsplash.com by Jordan Bigelow

Semakin canggih teknologi, semakin banyak pula alternatif bahan baku pakaian. Memang sangat mempermudah dalam produksi tetapi tak jarang menimbulkan bahaya bagi lingkungan. Sebagai konsumen, kamu dituntut lebih cerdas dalam membeli pakaian yang sehat untuk dirimu dan bumi. 

Adapun bahan pakaian yang kurang sehat bagi lingkungan ialah polyester dan nylon yang proses pembuatannya dari bahan sintesis tidak terurai, serta rayon yang meskipun terbuat dari serat kayu tetapi proses produksinya memerlukan chemical serta air bersih yang banyak.

Sebagai gantinya, kamu bisa memilih pakaian dari bahan katun, sutra, rami atau pun wool yang memang terbuat dari bahan alami. Alternatif lainnya yaitu membeli pakain dari hasil daur ulang.

5. Untuk menyisiati limbah pakaianmu, kamu bisa mengirimkannya ke beberapa platform buat didaur ulang 

Daur Ulang pakaian untuk menunjang gaya hidup minimalis dan sustainable dalam bergaya/berpakaian
Kirim pakaian untuk daur ulang/clutterbgone.ca

Tak susah untuk menemukan wadah yang mau mendaur ulang pakaian di era serba online seperti sekarang, sebut saja Zero Waste Indonesia, Pendekar Baju, dan Sejauh Mata Memandang yang ternyata menggaet banyak artis ternama seperti Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra, serta masih banyak platform lainnya yang menjangkau seluruh penjuru Indonesia.

6. Donasikan pakaianmu yang masih layak agar bisa membantu sesama yang kekurangan

Donasi pakaian untuk menunjang gaya hidup minimalis dan sustainable dalam bergaya/berpakaian
Donasi pakaian/dia.com

Selain di daur ulang, pakainmu yang masih layak dan tidak kamu gunakan karena berbagai alasan, bisa banget lho kamu donasikan. Entah itu kamu membawanya langsung ke orang yang membutuhkan atau pun mengirimkannya secara online ke platform seperti Sejauh Mata Memandang, Donasi Barang maupun wadah lainnya.

7. Buat hal menarik dengan crafting sendiri limbah pakaianmu 

Buat kerajinan dari kain perca untuk menunjang gaya hidup minimalis dan sustainable dalam bergaya/berpakaian
Kerajinan dari kain perca/frankie.com.au

Banyak lho metode crafting pakaian yang bisa kamu coba di internet, sebut saja hiasan dinding dengan kesan vintage, gantungan kunci, bantal kain dan masih banyak lainnya. Membuat kerajinan tangan ini bakal meningkatkan ide, kreasi dan keahlian buatmu. Selain itu, crafting juga  bisa mengisi waktu kosongmu di rumah dengan hal yang lebih bermanfaat, yah bisa dibilang healing low budget dan anti mainstream.

Itulah 7 tips buat kamu pecinta fashion yang selalu ingin tampil cantik tapi ingin memiliki gaya hidup mininimalis dan sustainable. Meski masih tertatih-tatih dalam mencoba tips gaya hidup di atas, semoga saja kedepannnya kamu bisa melakukan hal yang lebih bagi keberlangsungan bumi yang sehat, terlebih untuk gaya hidupmu yang lebih baik.

40 comments for "7 Tips Hidup Minimalis dan Berkelanjutan Buat Kamu Si Pecinta Fashion"

  1. Setuju nih Kak, gaya hidup minimalis dan berkelanjutan perlu untuk dilakukan karena untuk mengurangi dan menekan sikap hidup yang konsumtif dan menyelamatkan Bumi.

    Alhamdulillah sekarang sudah lebih mudah dalam memfasilitasi semua gaya hidup ini, mulai dari donasi, kreasikan sendiri, dll.

    Terima Kasih Kak.

    ReplyDelete
  2. Beli preloved suami aku banget tuh, Kak. Kalau aku bertahun-tahun nggak beli baju sampai bajunya usang he he he.

    Vita mamanesia.com

    ReplyDelete
  3. Jujur aja, saya masih agak asing dengan bahasa fashion seperti trifting dan preloved. Tapi secara umum tips ini menarik untuk di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  4. Gaya hidup minimalis sangat cocok diterapkan terlebih di masa sekarang, di mana semua harga pada naik..
    wkwkw. btw saya paling suka sama pakaian berbahan katun. Adem, dan tidak panas. Cuma kalau untuk dicuci, jangan lama banget rendamnnya, ntar warna bajunya jadi luntur

    ReplyDelete
  5. bagus tipsnya kak, emang lebih hemat dan tetap keren jika mengikuti tips diatas

    ReplyDelete
  6. Tips nya benar benar bermanfaat untuk aku yg lagi belajar minimalist. Terimakasih banyak kak

    ReplyDelete
  7. Saya sendiri sudah sangat lama tak membeli pakaian. Selama yang kita miliki masih layak pakai, sepertinya memang tak penting membeli pakaian hanya untuk sekedar mengejar mode

    ReplyDelete
  8. Pengen banget bisa hidup minimalis. Sekarang sih mengurangi beli baju, tapi baju yang udah ada pengennya disumbangin. Cuma rata2 pada penuh gitu huhu

    ReplyDelete
  9. Bermanfaat banget ini tipsnya, menyadarkan kita juga agar lebih peduli lingkungan ya, termasuk urusan pakaian ya. Bagus ini untuk mengikuti gaya minimalis dan berkelanjutan, selain buat lingkungan dan bumi, hisab kita nanti juga berkurang ya

    ReplyDelete
  10. Penyuka fashion biasanya numpuk bajunya di kamar heheh, tp perlu menerapkan hidup minimalis nih, salah satunya bertukar pakaian atau menyumbangkannya.

    ReplyDelete
  11. Sip makasih tipsnya kak sekarang aku udah sadar kayaknya gakan beli2 baju banyak lagi, untungnya sekarang beli buku buat anak budgetnya hihi

    ReplyDelete
  12. Saya sebenernya cukup kreatif kalau gak mager haha, pernah bikin hal-hal kayak gitu tapi memang butuh banget waktu luang

    ReplyDelete
  13. wah,keren nih idenya,aku jadi pengen decluter baju deh dan jadi tahu harus kirim kemananya limbah baju2 ini.

    ReplyDelete
  14. Bagi yang pecinta fashion pasti bela-belain padu padan ini itu, beli preloved harus pinter2 milih sih..biar dapat murah tapi kece

    ReplyDelete
  15. Setuju banget nih dengan hidup minimalis dan sustainable... Meski memulainya agak berat, tapi ketika sudah terbiasa akan lebih seru dan lebih sehat juga.

    ReplyDelete
  16. minimalis berkelanjutan, udah lama juga ingin menerapkan ini tapi masih belajar sedikit demi sedikit.
    disini belum ada info platform tukar baju atau daur ulang gitu sih jadi masih agak sulit, huhuh.
    paling banter ya didonasikan pas saat ada bencana atau kejadian lainnya.

    ReplyDelete
  17. Limbah tekstil emang bikin pusing karena sulit mengurai ya kak. Apalagi produk fast fashion. Saya pribadi pun sedang belajar bijak untuk berpakaian. Terima kasih juga sudah ngasih tahu kemana kita bisa mengirimkan pakaian kita. Semoga makin banyak pelaku daur ulang di Indonesia bahkan dunia.

    ReplyDelete
  18. Keren banget idenya nih. Biar kita juga sedikit peduli dg alam dan bumi, bisa deh yuk cobain tips2 di atas. Btw aku baru tahu kl ada sewa baju branded. Hihi
    Pengen bgt ikutan program tukar baju, sayangnya di tempatku blm ada nih

    ReplyDelete
  19. Wah, saya dapat insight banyak setelah baca tips ini. Banyak platform atau wadah yang mendukung zerowaste dalam hal pakaian. Makasih infonya yaa Mbak

    ReplyDelete
  20. aku kalau beli baju preloved belum pernah sih tapi kalau baju biasanya kupakai sampai butut banget dan nggak terlalu sering beli baju. pengen juga sih nih nyoba beli tas preloved gitu yang branded biar punya tas bagus sekali-sekali. hehe

    ReplyDelete
  21. Baju nggak dipakai di rumah juga banyak. Bingung mau dikemanain. Untuk baju, akhir-akhir ini saya menemukan toko online prelove yang bajunya bagus bagus banget harganya juga murah.

    ReplyDelete
  22. Wah, tipsnya keren banget Mbak. Bener nih...idenya agar tetap bisa hidup dengan fashionable tapi juga ramah lingkungan yaa

    ReplyDelete
  23. Saya biasa menghibahkan pakaian yang sudah tidak terpakai tapi masih layak kepada saudara atau tetangga. Saya juga mulai berusaha mengikuti gaya hidup minimalis ini sejak bebrapa waktu lalu. Membeli pakaian sesuai kebutuhan. Beli satu berarti keluar satu. Semoga bisa tetap konsisten.

    ReplyDelete
  24. iya nih, aku mau mencarikan suami batik buat kondangan. lah daripada beli, mending minta baju batik bekas punya Pakde yang baru pensiun jadi guru.
    Pasti batiknya masih bagus-bagus wkwk

    ReplyDelete
  25. Thrifting sekarang malah lagi viral ya. Jaket2 thrifting modis dan harganya miring banget. Juga mendukung sustainable fashion.

    ReplyDelete
  26. Idenya seru2, nih. Pencinta fashion pun bisa turut melestarikan lingkungan dengan hobinya, ya.

    ReplyDelete
  27. Alhamdulillah, baru tahu kalau banyak alternatif untuk menangani pakaian yang udah lama dipakai (tak tega menyebut pakain bekas karena masih mau make, he he ....). Ini patut dicoba.

    ReplyDelete
  28. Hallo Mbak. Seneng deh mampir di artikel ini. Pas banget dengan masalah yang aku hadepin. Ada 2 kardus di kamarku, baju² yang bingung mau diapain. Eeeeh aku temukan solusinya ditulisan ini. Yeay!

    ReplyDelete
  29. Semuanya sangat masuk akal buat saya. Saya setuju sama gaya hidup minimalis ini karena sebenarnya kita seharusnya memikirkan manfaat ya, seharusnya menjadi orang yang bermanfaat dan gaya hidup minimalis support itu.

    Btw, baru tahu lho ttg platform2 yang bisa daur ulang bahan pakaian tapi kalau dari Sulawesi ribet ya ongkirnya.

    ReplyDelete
  30. Wah iya, dengan tips seperti ini kita bisa tetap fashionable tanpa merusak lingkungan ya mbak

    ReplyDelete
  31. Hampir 90% pakaian aku itu Thrifting, selain hemat budget, model mereknya juga keren2

    ReplyDelete
  32. Terimakasih infonya, limbah pakaian memang sangat mengkhawatirkan.

    ReplyDelete
  33. Fashionable boleh asalkan yang ramah lingkungan gitu ya mbak? Setuju sih kalo gitu, mkasiih ya mbak sudah berbagi ilmu nya

    ReplyDelete
  34. Banyak cara menuju sustainable lifestyle.
    Tapi aku penasaran banget, ada beberapa kardus baju yang kondisinya masih bagus dan aku bingung mau dikasihin ke siapa.
    Coba kalau ada info terkait masalah baju layak pakai yaa, kak..
    Haturnuhun.

    ReplyDelete
  35. Aku masih terus belajar untuk menerapkan hidup minimalis, kadang aku suka re-create baju lama juga hehhee

    ReplyDelete
  36. jujur saya juga pengen banget memulai hidup minimalis sejak dulu saya sudah mencoba decluttering, minim beli baju dan lain-lain. tapi rasanya masih kurang aja. melalui tulisan ini saya jadi tahu lebih banyak informasi untuk menjalani gaya hidup minimalis, tetap semangat semuanya.

    ReplyDelete
  37. yang belum saya lakukan adalah thrifting, tukar baju dna sewa baju, mungkin untuk pakaian tertentu bisa saya coba dengan cara seperti ini kak

    ReplyDelete
  38. Wah, menarik. Saya belum pernah mencoba tips-tips di atas. Biasanya beli saat baju bener-bener sudah koyak. Atau menerapkan sistem 1 in 1 out. Jika memang beli baju baru saat baju lain masih oke, maka harus ada yang dikeluarkan/ dihibahkan ke orang lain.

    Kalau nggak rela buat menghibahkan salah satu baju, artinya belum benar-benar butuh beli baju. Itu yang saya lakukan untuk menekan keinginan beli baju baru, hehe.

    ReplyDelete
  39. Saya pun sedang berusaha untuk hidup minimalis. Contoh buku buku di rumah saya sumbangkan ke perpustakaan agar bisa dibaca juga oleh orang lain. Kalau baju biasanya saya beri ke teman atau kerabat yang membutuhkan. Selama masih pantas dipakai, kenapa tidak diberikan kepada yang lebih membutuhkan ya mbak

    ReplyDelete
  40. Akkk suka banget sama artikel nya. Aku tadi sampai download Style Theory beneran dan browsing baju2 yang bisa dipinjam. Ternyata ada preloved juga jadi bisa dibeli. Besok mau cek tukar baju dan pendekar baju ha. Thanks infonya

    ReplyDelete